๐Ÿ’”

Semacam teman tapi takut kehilangan, semacam teman tapi menuntut perhatian, semacam teman tapi penasaran

Penasaran sama setiap apa yang dia obrolin apa yang dia lakuin apa yang dia tulis

Manusia emang serakah, udah tau bikin uring uringan tapi masih aja berharap lebih

๐Ÿ’๐Ÿ’‹

๐Ÿ’‘

Ingatlah logika adalah tameng perasaan. Sekuat apapun perasaan kita terhadap seseorang, kita adalah tuan dari perasaan, kitalah yang seharusnya mengendalikan perasaan bukan sebaliknya.

Hey pria, kau tau betapa sulitnya mengendalikan perasaan ini. Ah, pesonamu begitu kuat, tapi kau terlampau jauh, terlalu sulit untuk kugapai.

Duhai pria, dikatakan ataupun tidak, kau tau ataupun tidak, kau balas ataupun tidak perasaan ini tetaplah perasaan. Perasaan ini masih dapat dikendalikan dengan logika dan kesabaran.

Setia menunggu hingga waktu mempertemukan kita di saat yang tepat. Saat ini, perasaan ini bukanlah untuk memilikimu, tapi jika kelak Tuhan mempersatukan kita, mungkin ini adalah jawaban dari kesabaranku.
Karna kau tau hey pria, setiap orang punya jawaban masing masing untuk setiap penantiannya. Akupun selalu berdoa bahwa kamulah jawaban dari penantianku ini ๐Ÿ’